Cristiano Ronaldo lawan Zlatan Ibrahimovic, begitu sebutan orang-orang
pada laga play-off Piala Dunia 2014 antara Portugal dan Swedia.
Seandainya dinihari tadi (20/11) Ronaldo diadu dengan seluruh dunia, dia
tetap saja jadi pemenangnya. Ronaldo memang sangat luar biasa di
Friends Arena.
Portugal berangkat ke Brasil 2014 dengan predikat
one-man-team
yang terus bergema, namun jika memang Ronaldo bisa menyajikan
penampilan seperti yang ia tunjukan di Friends Arena, bukankah itu hal
bagus?
Swedia butuh waktu untuk mendapatkan ritmenya dan saat
Ronaldo membuka keran golnya, di menit 50 melalui serangan balik cepat
dan penyelesaian briliannya, mereka tampak pupus harapan. Namun Swedia
sempat bangkit berkat dua gol dari Ibrahimovic yang tampil menakjubkan
malam itu, mampu menyamakan agregat namun tertinggal karena gol tandang.
Sayang,
Ronaldo tidak membiarkan Zlatan berbuat lebih jauh. Ia kembali membobol
gawang Andreas Isaksson setelah menyambut umpan terobosan Hugo Almeida
dan membuat Swedia membutuhkan dua gol lagi untuk lolos. Dan Ronaldo tak
berhenti sampai di situ. Ia menunjukan pada semua orang bahwa laga
kontra Swedia adalah malam miliknya, laga miliknya, dan tahun miliknya.
Pahlawan Portugal | Ronaldo menunjukkan penampilan luar biasa melawan Swedia.
Ronaldo mematahkan jebakan
off-side
Swedia sekali lagi dan serangan balik cepatnya diakhiri dengan
memperdaya Isaksson dan menyepak bola ke jala Swedia. Skor menjadi 3-2
dan sejatinya laga sudah habis. Karir Piala Dunia Ibrahimovic juga
berakhir, namun Ronaldo seperti menunjukan bahwa ia baru mulai.
Ini adalah salah satu
hat-trick
terbaiknya yang tentu dinikmati semua orang, ia menghadirkan malam
terbesar di dunia sepakbola Portugal untuk satu setengah tahun terakhir.
Saat mereka butuh seorang bintang dengan permainan bintang, semuanya
pun terjawab oleh aksi Ronaldo.
Seharusnya memang tak ada yang
perlu diragukan dari Ronaldo. Dengan 66 gol di tahun 2013, Ronaldo
sekali lagi brilian. Sementara Lionel Messi harus bergulat dengan
macam-macam cedera selama delapan bulan terakhir, bintang Portugal ini
sibuk meningkatkan performanya untuk klub maupun negaranya. Dalam laga
kontra Swedia, ia bahkan menyamai rekor gol sepanjang masa Pauleta di
Portugal dengan 47 gol. Ronaldo pun punya kans besar untuk melampaui
rekor itu dalam waktu dekat.
Bukan salah Messi kalau kualifikasi
Conmebol membuat proses lolosnya Argentina begitu mudah, namun fakta
yang menunjukan bahwa Ronaldo terus melaju di situasi hidup-mati
menegaskan perbedaan nasib dan kualitas kedua pemain ini di 2013. Saat
anak jenius dari Barca terdiam, Ronaldo menunjukan tahun terbaiknya di
sini. Rabu dinihari WIB tadi adalah puncak dari semuanya itu.
Jika
voting Ballon d'Or kembali dibuka seperti yang sudah dilaporkan,
Ronaldo bisa memenangkan penghargaan itu berkat performa kontra Swedia
yang memukau. Franck Ribery boleh saja menjadi favorit untuk meraih
gelar itu, namun tak diragukan lagi bahwa pemain paling "panas" di 200
hari jelang Piala Dunia 2014 adalah Ronaldo.
Terdampar di babak
play-off,
banyak yang bertanya apakah Brasil 2014 akan digelar tanpa Ronaldo?
Ternyata sang bintang menjawab dengan atraksi yang luar biasa. Secara
tidak langsung, ia pun memperingatkan bahwa ia adalah salah satu pemain
terbaik yang sangat siap menantang dunia via Brasil 2014.